Blog

AC Milan Takluk dari Benfica, Ruben Amorim Soroti Kesalahan Rossoneri

Pelatih kepala AC Milan Ruben Amorim berbicara dengan Ardon Jashari dalam laga Liga Europa antara AC Milan vs Benfica di Milan, Italia, Rabu, 16 September 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

AC Milan harus menerima hasil kurang memuaskan saat membuka perjalanan mereka di Liga Europa 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Siro, Rossoneri menyerah dengan skor 0-2 dari Benfica pada Kamis (17/9/2026) dini hari WIB.

Benfica tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan. Dodi Lukebakio membawa tim tamu unggul pada babak pertama, sebelum Jakub Kaminski menambah gol setelah jeda.

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan menghadapi pola permainan Benfica. Milan dinilai terlalu mudah kehilangan penguasaan bola dan tidak cukup tenang ketika mencoba membangun serangan.

Benfica Efektif Memanfaatkan Kesalahan Milan

Sejak pertandingan dimulai, Benfica mampu memberikan tekanan melalui pergerakan para pemain depannya. Lukebakio dan Kaminski menjadi dua pemain yang cukup merepotkan pertahanan Rossoneri.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Kaminski terlibat dalam proses serangan sebelum Lukebakio mendapatkan kesempatan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang membawa Benfica unggul 1-0.

Benfica bahkan hampir memperbesar keunggulan sebelum turun minum. Georgiy Sudakov memperoleh ruang untuk melepaskan tembakan rendah dari jarak jauh, tetapi bola hanya mengenai tiang gawang Milan.

Memasuki babak kedua, situasi belum banyak berubah. Benfica kembali mampu memanfaatkan celah di pertahanan tuan rumah.

Kaminski kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53. Umpan silang rendah Souffian El Karouani berhasil diselesaikannya untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Milan Sulit Mengembangkan Permainan

AC Milan sebenarnya berusaha memberikan respons dan meningkatkan tekanan. Namun, permainan mereka belum cukup efektif untuk membongkar pertahanan Benfica.

Rossoneri mencatatkan penguasaan bola lebih besar dan menghasilkan sejumlah percobaan. Akan tetapi, Benfica mampu mempertahankan keunggulan, sementara kiper Anatoliy Trubin beberapa kali menggagalkan peluang tuan rumah.

Masalah kehilangan bola juga menjadi perhatian utama. Milan beberapa kali gagal menjaga penguasaan ketika mencoba membangun serangan sehingga Benfica mendapatkan kesempatan untuk kembali menekan.

Ruben Amorim Soroti Permainan Rossoneri

Selepas pertandingan, Ruben Amorim mengakui Benfica berhasil membuat timnya tidak nyaman sepanjang laga.

Menurut Amorim, Milan tampil kurang tenang ketika menguasai bola dan terlalu sering kehilangan penguasaan. Gol yang datang pada momen penting juga membuat situasi pertandingan semakin sulit bagi Rossoneri.

Pelatih Milan tersebut menilai timnya harus meningkatkan organisasi permainan dan kemampuan beradaptasi menghadapi karakter lawan yang berbeda.

Kekalahan ini memang menjadi awal yang kurang ideal bagi Milan di Liga Europa 2026/2027. Namun, perjalanan mereka masih panjang dan Rossoneri mempunyai kesempatan untuk melakukan evaluasi pada pertandingan berikutnya.

Ardon Jashari Minta Milan Berbenah

Ardon Jashari juga memberikan evaluasi terhadap penampilan timnya. Gelandang Milan tersebut menilai Rossoneri belum mampu menunjukkan permainan terbaik, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.

Menurut Jashari, Milan juga kesulitan menciptakan peluang melalui pola permainan yang selama ini mereka latih.

Ia menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi tanggung jawab seluruh pemain. Milan harus melakukan evaluasi secara kolektif maupun individu agar permainan mereka tidak terlalu mudah dibaca lawan.

Kekalahan 0-2 dari Benfica menjadi pekerjaan rumah bagi Ruben Amorim dan skuadnya. Milan perlu tampil lebih tenang dalam penguasaan bola, mengurangi kesalahan, serta meningkatkan efektivitas serangan jika ingin mendapatkan hasil lebih baik pada pertandingan Liga Europa berikutnya.

Related Articles

Back to top button