Michael Carrick Mulai Tertekan di Manchester United, Kisah Solskjaer Kembali Jadi Sorotan
Pelatih Manchester United Michael Carrick bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson
Situasi Michael Carrick di Manchester United mulai mendapatkan perhatian setelah Setan Merah menjalani awal musim yang kurang konsisten. Rentetan hasil mengecewakan membuat perjalanan Ole Gunnar Solskjaer kembali diperbincangkan.
Carrick saat ini masih mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki performa tim. Namun, dua kekalahan dari empat pertandingan Premier League ditambah kegagalan di Carabao Cup membuat tekanan terhadap sang pelatih perlahan meningkat.
Menariknya, perjalanan Carrick memiliki sejumlah kemiripan dengan Solskjaer. Keduanya merupakan mantan pemain Manchester United yang kemudian dipercaya menangani klub setelah kepergian pelatih asal Portugal.
Carrick datang menggantikan Ruben Amorim, sementara Solskjaer dahulu mendapatkan kesempatan setelah Manchester United berpisah dengan Jose Mourinho.
Hasil Buruk Mulai Menghantui Carrick
Pelatih Manchester United Michael Carrick (kanan) meninggalkan lapangan usai laga babak ketiga Carabao Cup antara Man Utd vs Brighton di Manchester, Inggris, Rabu, 16 September 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson
Manchester United belum mampu menunjukkan konsistensi yang diharapkan pada awal musim 2026/2027.
Setan Merah sudah menelan dua kekalahan dalam empat pertandingan Premier League. Situasi menjadi semakin sulit setelah mereka juga tersingkir dari Carabao Cup usai dikalahkan Brighton.
Hasil tersebut membuat kinerja Carrick semakin menjadi sorotan.
Meski pembicaraan mengenai pergantian pelatih dinilai masih terlalu dini, Manchester United tentu membutuhkan perubahan hasil dalam pertandingan berikutnya.
INEOS bersama keluarga Glazer yang terlibat dalam pengelolaan klub diperkirakan akan terus memperhatikan perkembangan tim.
Pengalaman Solskjaer Jadi Pengingat
Pelatih Manchester United Michael Carrick bertepuk tangan setelah timnya menang dalam pertandingan Liga Champions kontra Sabah FK, Jumat (11/9/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson
Situasi saat ini mengingatkan pada periode terakhir Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih Manchester United.
Pada November 2021, MU dihajar Watford dengan skor 1-4. Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif keempat Setan Merah dalam lima pertandingan sekaligus menjadi laga terakhir Solskjaer sebagai pelatih.
Setelah pertandingan tersebut, jajaran petinggi Manchester United menggelar rapat darurat selama beberapa jam.
Pada akhirnya, Joel Glazer memberikan persetujuan untuk mengakhiri masa kepelatihan Solskjaer.
Padahal sebelumnya Solskjaer sempat membawa Manchester United finis sebagai runner-up Premier League. Namun, pencapaian tersebut tidak cukup untuk mempertahankan posisinya ketika performa tim mengalami penurunan tajam.
Carrick Yakin MU Bisa Bangkit
Ole Gunnar Solskjaer di laga Manchester United vs Liverpool, Minggu (24/10/2021) (c) AP Photo
Di tengah tekanan yang semakin besar, Carrick masih menunjukkan keyakinan terhadap skuad Manchester United.
Ia menilai Setan Merah mempunyai pemain dengan kualitas yang cukup untuk membalikkan keadaan. Periode buruk dalam beberapa pertandingan terakhir menurutnya harus segera ditinggalkan.
Fokus utama Carrick kini adalah bagaimana tim memberikan respons positif dalam pertandingan berikutnya.
Daripada terus memikirkan hasil negatif yang sudah terjadi, Manchester United perlu memperlihatkan peningkatan performa dan kembali mendapatkan kemenangan.
Laga Melawan Fulham Jadi Kesempatan Penting
Manchester United selanjutnya akan menghadapi Fulham sebelum memasuki jeda internasional.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Carrick dan para pemainnya untuk memberikan respons setelah serangkaian hasil mengecewakan.
Kemenangan dapat membantu mengurangi tekanan sekaligus memberikan momentum positif kepada skuad. Sebaliknya, hasil negatif berpotensi membuat sorotan terhadap Carrick semakin besar.
Carrick sendiri mengaku tidak merasa tertekan dengan situasi tersebut. Meski demikian, ia menyadari kritik dan perhatian dari luar klub meningkat setelah kekalahan dari Brighton.
Status Legenda Tidak Menjamin Posisi Pelatih
Perjalanan Solskjaer memberikan satu gambaran penting mengenai besarnya tuntutan di Manchester United.
Status sebagai mantan pemain yang memiliki hubungan kuat dengan klub tidak selalu memberikan perlindungan ketika hasil pertandingan tidak memenuhi ekspektasi.
Carrick kini menghadapi tantangan untuk menghindari perjalanan serupa.
Musim memang masih berada pada tahap awal dan kesempatan melakukan perbaikan masih terbuka. Namun, Manchester United membutuhkan konsistensi jika ingin meredakan tekanan sekaligus menjaga target mereka pada musim 2026/2027.
Pertandingan berikutnya pun menjadi kesempatan penting bagi Carrick untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu membawa Setan Merah keluar dari periode sulit.
