Blog

Declan Rice Terhindar dari Kartu Merah Saat Arsenal Dibantai Brighton, Ini Penjelasannya

Pemain Brighton Olivier Boscagli melakukan tekel terhadap pemain Arsenal Declan Rice dalam pertandingan Premier League, Sabtu (19/9/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Declan Rice menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan ketika Arsenal menelan kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Premier League 2026/2027.

Bukan hanya karena hasil buruk yang diterima The Gunners, gelandang Inggris tersebut juga terlibat insiden dengan pemain Brighton, Malick Junior Yalcouye, pada penghujung pertandingan.

Rice sempat terlihat menjatuhkan lawannya setelah terjadi kontak antara kedua pemain. Meski demikian, wasit Darren England hanya memberikan kartu kuning kepada gelandang Arsenal tersebut.

Keputusan itu kemudian diperiksa oleh VAR. Setelah peninjauan dilakukan, hukuman kartu kuning tetap dipertahankan dan Rice terhindar dari kartu merah.

Insiden Rice Terjadi pada Penghujung Laga

Pemain Brighton Maxim De Cuyper melakukan tekel terhadap pemain Arsenal Bukayo Saka dalam pertandingan Premier League, Sabtu (19/9/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Ketegangan terjadi ketika pertandingan sudah memasuki menit ke-97.

Yalcouye mengejar Rice setelah pemain Arsenal tersebut melepaskan bola. Pemain Brighton itu kemudian memberikan dorongan ringan sebelum Rice memberikan respons dengan menjatuhkan Yalcouye.

Wasit Darren England yang melihat kejadian tersebut kemudian memberikan kartu kuning kepada Rice.

Karena berpotensi masuk kategori pelanggaran serius, insiden tersebut turut diperiksa oleh VAR. Namun, setelah proses peninjauan, keputusan wasit di lapangan tidak berubah.

Rice tetap mendapatkan kartu kuning dan diperbolehkan menyelesaikan pertandingan.

Mengapa Declan Rice Tidak Mendapat Kartu Merah?

Pemain Brighton Charalampos Kostoulas (depan) ditempel pemain Arsenal Gabriel Magalhaes dalam pertandingan Premier League, Sabtu (19/9/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Menurut penjelasan yang dilaporkan mengenai keputusan Premier League, tindakan Rice tidak dianggap memenuhi kategori violent conduct atau tindakan kekerasan.

Respons gelandang Arsenal tersebut dinilai lebih sebagai reaksi emosional setelah mendapatkan dorongan dari lawannya dan tidak dianggap sebagai tindakan yang cukup berbahaya untuk menghasilkan kartu merah langsung.

Karena alasan tersebut, VAR tidak meminta wasit mengubah keputusan awal.

Situasi ini sekaligus membuat Rice terhindar dari kemungkinan hukuman larangan bermain dalam beberapa pertandingan berikutnya.

Alan Shearer Sepakat dengan Keputusan Wasit

Pemain Arsenal Riccardo Calafiori mengoper bola dalam pertandingan Premier League melawan Brighton & Hove Albion, Sabtu (19/9/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Mantan striker Timnas Inggris, Alan Shearer, juga memberikan pandangannya mengenai insiden tersebut.

Dalam pembahasan di Match of the Day, Shearer menilai keputusan wasit memberikan kartu kuning sudah tepat.

Menurutnya, tindakan Rice muncul karena rasa frustrasi setelah mendapat dorongan dari Yalcouye. Namun, respons pemain Arsenal tersebut tidak terlihat cukup agresif untuk dikategorikan sebagai pelanggaran yang pantas mendapatkan kartu merah.

Rice juga tidak terlihat melakukan pukulan terhadap pemain Brighton.

Karena itu, kartu kuning dinilai sebagai hukuman yang sesuai dengan insiden tersebut.

Rice Tetap Bisa Membela Arsenal

Tidak adanya kartu merah menjadi kabar penting bagi Arsenal setelah hasil mengecewakan di markas Brighton.

Rice tidak perlu menjalani larangan bermain akibat insiden tersebut sehingga tetap tersedia untuk pertandingan Premier League berikutnya setelah jeda internasional.

Apabila wasit memberikan kartu merah langsung karena tindakan kekerasan, Rice berpotensi menghadapi larangan bermain tiga pertandingan.

Namun, keputusan akhir perangkat pertandingan memastikan gelandang berusia 27 tahun tersebut tetap dapat menjadi bagian dari skuad Mikel Arteta.

Arsenal Dipermalukan Brighton 0-3

Di luar kontroversi Rice, Arsenal menjalani pertandingan yang sulit di Amex Stadium.

Brighton membuka keunggulan melalui Pascal Gross sebelum Charalampos Kostoulas menggandakan skor menjelang berakhirnya babak pertama.

Situasi Arsenal semakin buruk setelah jeda. Chema Andres mencetak gol ketiga Brighton pada menit ke-57 dan membuat The Gunners semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.

Arsenal tidak mampu mencetak gol balasan hingga pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Brighton.

Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Arsenal di Premier League musim 2026/2027 setelah sebelumnya meraih empat kemenangan.

Arsenal Harus Segera Bangkit

Kekalahan dari Brighton menjadi peringatan bagi pasukan Mikel Arteta setelah mengawali kompetisi dengan hasil positif.

Arsenal terlihat kesulitan menghadapi tekanan yang diberikan tuan rumah, sementara lini pertahanan mereka memberikan terlalu banyak ruang kepada Brighton untuk menciptakan peluang.

Meski kekalahan tersebut menjadi pukulan besar, Arsenal masih memiliki perjalanan panjang sepanjang musim.

Jeda internasional dapat dimanfaatkan Arteta untuk melakukan evaluasi sebelum The Gunners kembali bertanding.

Sementara bagi Declan Rice, keputusan wasit untuk tidak memberikan kartu merah membuatnya terhindar dari hukuman tambahan dan tetap tersedia untuk membantu Arsenal kembali ke jalur kemenangan.

Related Articles

Back to top button