OLAHRAGASEPAK BOLA

Como Sudah Belanja Lebih dari Rp1,9 Triliun di Bursa Transfer Awal Musim 2026/2027

Jokerbola.news-Belanja transfer Como menjadi salah satu pembahasan paling menarik dalam sepak bola Italia. Klub yang belum lama kembali ke Serie A itu menjalankan proyek besar untuk mengubah statusnya dari tim promosi menjadi kekuatan baru yang mampu bersaing di level domestik dan Eropa.

Nilai investasi Como pada musim 2025/2026 memperlihatkan besarnya ambisi tersebut. Berdasarkan catatan Transfermarkt, saldo transfer klub berada di angka minus €110,51 juta. Dengan kurs pembulatan sekitar Rp17.200 per euro, nilainya setara dengan lebih dari Rp1,9 triliun. Angka itu menjadi gambaran besarnya modal yang digunakan untuk memperkuat skuad sebelum memasuki musim 2026/2027.

Namun, pengeluaran besar tersebut bukan sekadar aktivitas belanja tanpa arah. Como membangun skuad berdasarkan kebutuhan permainan Cesc Fabregas, potensi perkembangan pemain, analisis data, dan keseimbangan di dalam ruang ganti.

Hasilnya mulai terlihat. Como berkembang pesat, memainkan sepak bola progresif, dan berhasil menempatkan dirinya dalam persaingan papan atas Serie A.

Belanja Transfer Como Bukan Hanya untuk Satu Musim

Angka Rp1,9 triliun sebaiknya tidak dipahami sebagai pengeluaran yang seluruhnya dilakukan pada awal bursa transfer musim 2026/2027. Nilai tersebut merujuk pada besarnya saldo transfer Como pada musim 2025/2026.

Untuk musim 2026/2027, data sementara Transfermarkt mencatat pengeluaran transfer sekitar €18,5 juta dan pemasukan sekitar €6,8 juta. Dengan demikian, saldo sementara klub berada di kisaran minus €11,7 juta. Angka ini masih dapat berubah karena bursa transfer 2026/2027 belum selesai.

Artinya, proyek Como dibangun melalui investasi berkelanjutan. Klub tidak hanya mengejar satu pemain bintang, tetapi membentuk struktur skuad yang dapat digunakan dalam beberapa musim.

Strategi tersebut penting karena Como kini menghadapi tuntutan yang jauh lebih besar. Selain bersaing di Serie A, klub juga harus mempersiapkan kedalaman tim untuk kompetisi Eropa.

Perjalanan Como dari Serie D hingga Panggung Eropa

Perubahan Como berlangsung sangat cepat. Grup Djarum asal Indonesia mengambil alih klub pada 2019 ketika Como masih bermain di level bawah sepak bola Italia. Saat itu, kondisi klub sangat berbeda dibandingkan dengan situasi sekarang.

Dalam beberapa tahun, Como mampu naik kasta, kembali ke Serie A, dan berkembang menjadi klub dengan daya tarik internasional. Stadion Giuseppe Sinigaglia kembali dipenuhi penonton, sementara nama Como mulai diperhitungkan dalam persaingan mendapatkan pemain potensial.

Perjalanan tersebut mencapai fase penting ketika Como memperoleh tiket ke Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub. Como menyelesaikan musim 2025/2026 di posisi empat Serie A, berada di belakang Inter, Napoli, dan Roma.

Keberhasilan itu membuat kebutuhan skuad meningkat. Como tidak lagi hanya mempersiapkan diri untuk bertahan di Serie A. Klub harus membangun tim yang mampu menjalani jadwal padat, menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi, dan memenuhi aturan pendaftaran pemain di kompetisi UEFA.

Cesc Fabregas Menjadi Pusat Proyek Como

Cesc Fabregas memiliki peran penting dalam perkembangan Como. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, Chelsea, dan tim nasional Spanyol tersebut datang sebagai pemain pada 2022, kemudian mengakhiri kariernya dan beralih ke dunia kepelatihan.

Fabregas sempat menangani tim muda sebelum menjadi pelatih sementara tim utama pada November 2023. Setelah membantu Como promosi dan menyelesaikan proses lisensi kepelatihan, ia mendapatkan posisi sebagai pelatih permanen.

Dalam waktu relatif singkat, Fabregas membentuk identitas permainan yang jelas. Como menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, berusaha mendominasi penguasaan bola, melakukan tekanan intensif, dan membangun serangan dengan struktur yang terorganisasi.

Pendekatan tersebut berbeda dari banyak tim Italia yang lebih sering menggunakan tiga bek. Como berani memainkan sepak bola proaktif, tetapi tetap menjaga organisasi pertahanan.

Pada musim 2025/2026, Como menjadi salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi di Serie A. Mereka juga mencatat pertahanan yang kuat dan produktivitas gol yang kompetitif.

Karena itu, belanja transfer Como harus dilihat dalam konteks kebutuhan taktik Fabregas. Klub mencari pemain yang tidak hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga mampu memahami posisi, menekan lawan, menguasai bola, dan berkembang dalam sistem permainan.

Rekrutmen Berbasis Data dan Potensi Pemain

Salah satu kekuatan proyek Como berada pada departemen rekrutmen. Fabregas memiliki keputusan akhir, tetapi ia didukung oleh struktur pencarian pemain yang cukup lengkap.

Departemen rekrutmen Como dipimpin Barend Verkerk. Tim tersebut melibatkan pencari bakat, analis data, analis taktik, dan psikolog olahraga. Como juga menempatkan fokus khusus pada wilayah seperti Spanyol dan Skandinavia.

Cara kerja ini membantu klub menghindari transfer berdasarkan popularitas semata. Pemain dievaluasi berdasarkan karakteristik teknis, kemampuan taktik, usia, potensi perkembangan, mentalitas, dan kesesuaian dengan kebutuhan tim.

Fabregas juga menekankan pentingnya membawa pemain yang lapar akan perkembangan dan cukup rendah hati untuk belajar. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam menjaga keseimbangan antara pemain muda dan pemain berpengalaman.

Pendekatan seperti ini membuat belanja transfer Como terlihat lebih terarah. Klub memang mengeluarkan dana besar, tetapi uang tersebut dibagi untuk membangun banyak bagian dalam skuad.

Kombinasi Pemain Muda dan Pemain Berpengalaman

Como tidak hanya mengandalkan satu kelompok usia. Klub menggabungkan pemain muda dengan figur berpengalaman yang dapat membantu menjaga kondisi ruang ganti.

Pemain seperti Álvaro Morata dan Sergi Roberto memiliki pengalaman panjang di pertandingan besar. Walaupun peran mereka tidak selalu dominan di lapangan, pengalaman mereka dapat membantu pemain muda menghadapi tekanan kompetisi.

Di sisi lain, Como juga memiliki sejumlah pemain muda dengan kemampuan berkembang. Nicolás Paz menjadi salah satu nama paling menonjol. Pemain asal Argentina itu berkembang sebagai gelandang serang kreatif dan menjadi bagian penting dalam permainan Fabregas.

Real Madrid dan Como kemudian mencapai kesepakatan agar Nico Paz tetap berada di klub Italia untuk musim 2026/2027. Real Madrid masih memegang opsi pembelian kembali untuk musim berikutnya.

Keputusan mempertahankan Nico Paz menunjukkan arah proyek Como. Klub ingin menjaga pemain yang memahami sistem, memiliki potensi besar, dan dapat menjadi pusat permainan dalam jangka menengah.

Selain Nico Paz, pemain muda seperti Jacobo Ramón, Álex Valle, Assane Diao, Máximo Perrone, dan Lucas Da Cunha juga menjadi bagian dari fondasi tim.

Nico Paz Menjadi Simbol Proyek Como

Nico Paz bukan hanya pemain penting dalam aspek teknis. Ia juga menjadi simbol keberhasilan Como dalam mengembangkan pemain muda.

Como mendapatkan pemain yang sebelumnya belum menjadi pilihan utama di Real Madrid, kemudian memberinya menit bermain, tanggung jawab, dan lingkungan yang mendukung perkembangan.

Pada musim 2025/2026, Nico Paz menjadi salah satu pemain muda paling menonjol di Serie A. Selain berkontribusi dalam gol dan assist, ia juga aktif ketika Como kehilangan bola. Hal itu sesuai dengan tuntutan Fabregas yang meminta pemain kreatif tetap bekerja dalam fase bertahan.

Mempertahankan Nico Paz untuk musim 2026/2027 memberikan keuntungan besar. Como tidak perlu membangun ulang pusat kreativitas dari awal. Pemain tersebut sudah memahami rekan setim, pola serangan, dan ekspektasi pelatih.

Keberadaan Nico Paz juga meningkatkan daya tarik Como di mata pemain muda lain. Klub dapat menunjukkan bahwa mereka memiliki jalur pengembangan nyata dan memberikan kesempatan bermain pada level tertinggi.

Apakah Belanja Besar Como Terlalu Berisiko?

Pengeluaran besar selalu membawa risiko. Como harus memastikan pertumbuhan prestasi berjalan seimbang dengan kondisi keuangan klub.

Laporan keuangan terbaru yang dikutip The Guardian mencatat kerugian sebelum pajak sebesar €105,1 juta. Presiden Como, Mirwan Suwarso, menggambarkan klub sebagai sebuah perusahaan rintisan yang sedang berada dalam fase investasi dan menargetkan profitabilitas dalam waktu sekitar dua tahun.

Situasi tersebut membuat efisiensi transfer menjadi sangat penting. Como tidak dapat terus bergantung pada investasi pemilik tanpa meningkatkan pendapatan komersial.

Keikutsertaan dalam kompetisi Eropa dapat memberikan pemasukan tambahan melalui hadiah, hak siar, tiket pertandingan, dan sponsor. Namun, kompetisi tersebut juga menambah pengeluaran untuk gaji, perjalanan, bonus, dan kebutuhan kedalaman skuad.

Karena itu, musim 2026/2027 akan menjadi ujian bagi model bisnis Como. Klub harus mempertahankan performa tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang.

Como Tidak Sekadar Mengandalkan Kekuatan Finansial

Besarnya pengeluaran Como membuat sebagian orang menilai kesuksesan mereka hanya berasal dari uang. Penilaian tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Menurut laporan AS, Como telah menginvestasikan sekitar €200 juta sejak kembali ke Serie A dan termasuk klub dengan pengeluaran transfer terbesar. Namun, performa tim tetap bergantung pada pemilihan pemain, struktur permainan, dan kemampuan pelatih mengembangkan skuad.

Banyak klub pernah menghabiskan dana besar tanpa mendapatkan hasil sesuai harapan. Como justru mampu membangun tim muda yang terorganisasi dan memiliki identitas permainan.

Fabregas tidak hanya membeli pemain dengan harga tinggi. Ia membentuk lingkungan yang mendorong pemain berkembang, memahami detail permainan, dan bekerja untuk kepentingan tim.

Contohnya terlihat pada lini belakang. Beberapa pemain bertahan Como didatangkan dengan biaya yang relatif terjangkau, tetapi mampu menjadi bagian dari salah satu pertahanan terbaik di Serie A.

Tantangan Como pada Musim 2026/2027

Musim 2026/2027 akan menghadirkan tantangan yang berbeda. Como harus membagi fokus antara Serie A, Coppa Italia, dan kompetisi Eropa.

Jadwal yang lebih padat meningkatkan risiko cedera dan kelelahan. Fabregas membutuhkan lebih dari sebelas pemain utama. Setiap posisi setidaknya harus memiliki alternatif dengan kualitas yang tidak terlalu jauh berbeda.

Lini pertahanan kemungkinan menjadi salah satu prioritas. Como membutuhkan bek yang mampu bertahan di ruang luas, mengoper bola dari belakang, dan bermain dalam garis pertahanan tinggi.

Lini tengah juga perlu memiliki kedalaman. Sistem Fabregas membutuhkan gelandang yang kuat secara teknis, mampu menerima bola di bawah tekanan, dan tetap agresif saat melakukan pressing.

Di lini depan, Como membutuhkan variasi. Tim perlu memiliki penyerang yang bisa menjadi target, bergerak di belakang pertahanan, atau membantu menciptakan ruang bagi pemain lain.

Kebutuhan tersebut menjelaskan mengapa bursa transfer Como kemungkinan tetap aktif sampai penutupan pasar.

Pengaruh Pemilik Indonesia dalam Kebangkitan Como

Perkembangan Como juga menarik perhatian publik Indonesia karena keterlibatan pemilik asal Indonesia. Djarum Group mengambil alih klub ketika Como masih berada jauh dari sorotan sepak bola Eropa.

Investasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh skuad utama. Klub juga mengembangkan infrastruktur latihan, teknologi analisis data, kesehatan pemain, tim muda, sepak bola wanita, pemasaran, dan pengalaman pertandingan.

Como berusaha membangun identitas yang menggabungkan sepak bola dengan pariwisata, mode, teknologi, dan budaya lokal. Lokasi klub di kawasan Danau Como memberikan potensi komersial yang berbeda dibandingkan banyak klub lain.

Walaupun pemilik berasal dari luar Italia, manajemen berusaha menjaga hubungan dengan masyarakat lokal. Klub mempertahankan slogan dan identitas Como serta memberikan perhatian kepada pendukung yang mengikuti tim sejak divisi bawah.

Pendekatan itu penting agar pertumbuhan komersial tidak membuat klub kehilangan hubungan dengan komunitasnya.

Belanja Transfer Como Harus Menghasilkan Konsistensi

Setelah mencapai prestasi besar, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi. Banyak klub mampu tampil mengejutkan selama satu musim, tetapi kesulitan mengulangi pencapaian ketika lawan mulai memahami gaya permainan mereka.

Pada musim 2026/2027, tim-tim Serie A akan mempelajari pola serangan, pressing, dan kelemahan Como dengan lebih detail. Fabregas harus menambahkan variasi tanpa menghilangkan identitas utama.

Pemain baru juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pengeluaran besar tidak otomatis menghasilkan performa instan. Mereka harus memahami sistem posisi, intensitas latihan, dan tuntutan taktik.

Di sinilah kontinuitas pemain seperti Nico Paz menjadi penting. Mempertahankan inti skuad dapat mengurangi risiko perubahan yang terlalu besar.

Como perlu menemukan keseimbangan antara memperbarui tim dan menjaga hubungan permainan yang sudah terbentuk.

Pendahuluan

Belanja transfer Como yang mencapai lebih dari Rp1,9 triliun menggambarkan besarnya ambisi klub dalam membangun kekuatan baru di sepak bola Italia. Namun, angka tersebut terutama berasal dari saldo transfer musim 2025/2026, bukan seluruhnya dari aktivitas awal musim 2026/2027.

Memasuki musim baru, Como melanjutkan proyek dengan pendekatan yang lebih terukur. Klub mempertahankan pemain penting, menambah kedalaman skuad, dan mempersiapkan diri menghadapi jadwal domestik serta Eropa.

Cesc Fabregas menjadi pusat dari seluruh proses tersebut. Ia membangun gaya permainan yang jelas, bekerja dengan departemen rekrutmen berbasis data, dan menggabungkan pemain muda dengan figur berpengalaman.

Investasi besar Como memang membawa risiko finansial. Namun, sejauh ini klub mampu mengubah pengeluaran tersebut menjadi perkembangan nyata di lapangan.

Musim 2026/2027 akan menentukan apakah Como dapat mempertahankan statusnya sebagai kekuatan baru Serie A atau hanya menikmati kesuksesan sementara. Dengan struktur yang dimiliki saat ini, mereka mempunyai fondasi untuk terus berkembang.

Related Articles

Back to top button