Songsong paruh kedua, Persija datangkan Paulo Ricardo

DKI Jakarta – Persija Ibukota Indonesia menyongsong paruh kedua musim ini dengan mendatangkan bek jika Brasil, Paulo Ricardo, yang digunakan sebelumnya berkarier di Brasil, Swiss, Finlandia, Arab Saudi, lalu Uni Arab Emirat
“Saya pikir bermain di dalam Persija adalah tantangan baru. Negara yang berbeda, budaya yang digunakan berbeda, mungkin saja juga sepak bola yang mana berbeda, tetapi sedang berprogres pesat,” kata pemain kelahiran 13 Juli 1993 itu di pernyataan tertulis, Kamis.
“Soal target tentu menjadi juara. Berusaha melakukan segalanya, memberikan segalanya di lapangan, juga bermetamorfosis menjadi juara,” lanjut Paulo.
Paulo menegaskan siap bersaing bersaing untuk satu tempat di dalam lini pertahanan Macan Kemayoran.
“Saya selalu mencoba membaca situasi juga melakukan tekel atau intervensi pada pada waktu yang tepat. Membaca pergerakan striker atau bola, membaca situasi, saya rasa itu adalah kekuatan terbesar saya,” kata dia.
Direktur Persija Mohamad Prapanca menyambut peluncuran Paulo dengan optimistis memberikan dimensi baru di dalam lini belakang Persija, baik secara teknis, maupun mental serta kedewasaan bermain.
"Apa yang digunakan kami instruksikan kepadanya sangat jelas, yaitu harus membantu Persija meraih trofi dalam akhir musim ini,” kata Prapanca.
Paulo memulai karier profesionalnya di Santos FC pada 2015-2017, kemudian FC Sion (Swiss) sampai 2020. Saat bermain untuk Santos, Paulo dipinjamkan ke Fluminense (Brasil) pada 2018 serta Goias (Brasil) pada 2019.
Paulo kemudian mencoba peruntungandi Arab Saudi dengan membela Al Hazem pada 2022-2024, kemudian dalam Uni Emirat Arab dengan Al Orooba pada 2024-2025, sebelum kembali berseragam Kuopion Palloseura pada 2025-2026.
Musim terakhirnya ke Finlandia berubah menjadi bukti kualitasnya di mana ia dua kali tampil di kualifikasi Turnamen Europa League serta empat pertandingan Turnamen Conference Europa.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



