PP Pordasi Bakal Terapkan Standar Animal Welfare Kuda Seperti di tempat Prancis

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) akan datang menerapkan standar kesejahteraan hewan (animal welfare) seperti di dalam Prancis. Pasalnya, Prancis merupakan salah satu kiblat olahraga berkuda di area dunia.
PP Pordasi melakukan kunjungan ke peternakan kuda Élevage du Loir di tempat Selle Français, Lavernat, Prancis beberapa waktu lalu. Kunjungan ke peternakan ini menjadi langkah penting di bagian dari inisiatif pengembangan equestrian Indonesia sekaligus kelanjutan kerjasama Pordasi dengan Federasi Berkuda Prancis pada Desember 2024 lalu.
Dengan mempelajari praktik terbaik dari Prancis, PP Pordasi berazam menciptakan lingkungan olahraga berkuda yang dimaksud membantu kebugaran serta kesejahteraan kuda. Kunjungan itu memberikan sejumlah inspirasi untuk pengembangan kuda atlet pada Indonesia.
“Kami mengawasi Selle Francais menjaga kesejahteraan kuda dengan sangat baik. Hal ini adalah contoh nyata yang mana bisa jadi kita terapkan di tempat Indonesia,” kata Ketua Harian PP Pordasi, Mohammad Chaidir Eddy Saddak pada keterangan resminya, Selasa (18/3/2025).
Pusat Informasi dan juga Data PP Pordasi mencatat, Élevage du Loir merupakan salah satu peternakan yang digunakan dikenal dikarenakan spesialisasi mereka itu pada pembiakan kuda untuk disiplin eventing. Terdapat beberapa poin penting yang dimaksud dapat dipelajari dari tempat yang dimaksud untuk diterapkan dalam Indonesia.
Pertama, mengenai protokol kondisi tubuh yang sangat ketat, termasuk pemeriksaan rutin, vaksinasi, dan juga penanganan penyakit secara cepat. Langkah itu menjadi kunci utama pada menjaga kualitas kuda.
Kedua, kuda di tempat tempat itu mendapatkan nutrisi yang tersebut seimbang, disesuaikan dengan permintaan masing-masing kuda. Lalu yang dimaksud ketiga, kandang lalu area latihan di dalam Élevage du Loir dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi kuda, termasuk ventilasi yang tersebut baik, pencahayaan alami, kemudian area istirahat yang tersebut memadai.
“Kuda dalam Élevage du Loir mendapatkan perhatian khusus, bahkan sejak pemilihan indukan dilakukan,” ucap Eddy Saddak.
Selain upaya-upaya yang digunakan telah dilaksanakan peternakan, pemerintah Prancis juga memiliki peran penting di menjaga kesejahteraan kuda. Ketua Komisi Peternakan Bidang Kesehatan kemudian Registrasi Ternak Kuda PP Pordasi, Prof. Muladno menyatakan keseriusan Prancis di menangani kebugaran dan juga kesejahteraan kuda patut menjadi perhatian Indonesia.
“Prancis mempunyai regulasi yang digunakan ketat kemudian dukungan penuh dari pemerintah di menjaga kesejahteraan kuda. Ini adalah yang perlu kita tiru di area Indonesia,” tutur Muladno.
Muladno menyatakan, PP Pordasi berikrar mewujudkan zona bebas penyakit kuda (Equine Disease Free Zone/EDFZ) sesuai standar internasional. Untuk mencapai ini, mereka itu terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengembangkan kegiatan yang mana menggalang kemampuan fisik lalu kesejahteraan kuda di area Indonesia.