TEKNOLOGI

Militer Negeri Paman Sam Uji Coba Kirim Paket ke Luar Angkasa Pakai Roket Kargo

NEW YORK Amerika Serikat (AS) memiliki anggaran militer tertinggi di area dunia. Hal ini memungkinkan merek untuk mengangkat diri mereka sendiri sebagai polisi dunia melalui kantor pusat yang berlokasi dalam seluruh dunia.

USAF akan menguji sistem roket pembawa kargo dalam bawah inisiatif Rocket Cargo Vanguard, dengan dua sistem pendaratan yang mana dibangun di area Pulau Johnston.

USAF berharap sistem roket ini dapat mengirimkan kargo ke titik mana pun di dalam Bumi di waktu satu jam, menggunakan pesawat ruang angkasa Starship milik SpaceX.

SpaceX sudah pernah dianugerahi kontrak senilai $102 jt pada tahun 2022 untuk mewujudkan mimpi ini, dengan Starship yang tersebut dirancang untuk mengirim astronaut ke bulan, Mars, serta transportasi penumpang ultra-cepat.

Hal ini mengakibatkan permasalahan logistik oleh sebab itu pasokan harus dikirim dengan cepat pada waktu dibutuhkan.

Konflik pada Asia, misalnya, masih mengharuskan pesawat kargo terbang puluhan jam sebelum tiba dalam tempat tujuan. Oleh akibat itu, sistem pengiriman kargo menggunakan roket telah lama dibahas selama lima dekade terakhir.

Baru-baru ini, dokumen dari Angkatan Udara Bebas Amerika Serikat (USAF) mengungkapkan bahwa dia sekarang siap untuk menguji sistem roket pembawa kargo di area bawah acara Rocket Cargo Vanguard.

Dua sistem pendaratan akan dibangun di dalam Pulau Johnston, yang mana terletak dekat Hawaii. Setelah selesai, roket kargo akan diuji menggunakan prasarana ini untuk mengamati apakah praktis untuk penyelenggaraan dalam dunia nyata.

USAF sebelumnya telah terjadi menyatakan niatnya untuk membeli pesawat ruang angkasa Starship dari SpaceX untuk digunakan sendiri guna mengirimkan kargo ke titik mana pun dalam Bumi pada waktu satu jam.

Related Articles

Back to top button