Blog

Kepala Kabupaten Pasaman Apresiasi Festival Seni Budaya Minangkabau: “Menjaga Budaya, Merawat Jati Diri”

Pasaman —Bupati Pasaman Welly Suhery, ST memberikan apresiasi lebih tinggi terhadap kegiatan Sosialisasi serta Festival Seni Budaya Minangkabau yang digunakan digagas melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumbar Donizar.

Dengan tema “Menjaga Budaya, Merawat Seni – Dari Ranah ke Rasa”, kegiatan ini berubah menjadi peluang penting untuk meneguhkan semangat pelestarian budaya Minangkabau dalam berada dalam arus modernisasi.

“Menjaga budaya dan juga seni adalah tanggung jawab kita sama-sama sebagai anak nagari Minangkabau. Dengan merawatnya, kita juga menanamkan kebanggaan bagi generasi penerus, ” ujar Kepala Kabupaten Welly.

Bupati juga mengapresiasi Donizar yang dimaksud dinilainya tegas memperjuangkan aspirasi warga Pasaman.

“Saya bangga bisa jadi beriringan dengan beliau. Banyak ide kemudian gagasan yang mana bermanfaat bagi kemajuan Pasaman, ” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kabupaten Welly menyampaikan capaian 10 kegiatan unggulan Pemkab Pasaman, pada mana sembilan kegiatan sudah ada berjalan kemudian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Satu kegiatan lagi, Bajak Gratis, akan diresmikan pada 5 November 2025 untuk menggalang sektor pertanian.

Selain itu, Pemkab juga terus menguatkan Inisiatif Nagari Bangkit berbasis nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, guna menguatkan karakter lalu kebersamaan sosial masyarakat.

“Merawat tradisi serta budaya adalah cara kita memperkokoh jati diri rakyat Pasaman, ” tegasnya.

Festival yang digunakan diselenggarakan di dalam Gedung Syamsiar Thaib, Lubuk Sikaping, menampilkan beragam seni tradisional seperti tari piring, randai, juga musik talempong. Penampilan dari Tim Seni Suaro Talago, Sanggar Intan Baludu, Antah Saiyo, Papeh Sakato, juga Pasa Daliak Mudo Saiyo mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Sementara itu, Donizar menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi wadah penting untuk menguatkan identitas juga menanamkan nilai-nilai budaya Minangkabau untuk generasi muda.

“Pasaman juga Sumbar punya warisan seni kemudian adat luar biasa. Tindakan kita menjaganya agar bukan hilang ditelan zaman, ” ujar Donizar.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan “Festival Sepuluh Induak” tahun 2026 yang digunakan akan menghadirkan seniman dari berubah-ubah kabupaten di dalam Sumbar.

Dengan antusiasme rakyat yang dimaksud tinggi, Festival Seni Budaya Minangkabau diharapkan berubah jadi kesempatan kebangkitan seni tradisi serta meningkatkan kekuatan kebersamaan penduduk Ranah Minang.

Related Articles

Back to top button