TEKNOLOGI

Bill Gates Beri Peringatan: Kecerdasan Buatan Akan Ambil Alih Pekerjaan Manusia, Kecuali 2 Profesi Ini!

JAKARTA – Global kerja pada 2025 juga selanjutnya di tempat ambang revolusi. Sejak Perusahaan AI Terbuka meluncurkan Chatbot GPT pada tahun 2022, kecerdasan buatan (AI) telah terjadi mengubah cara kita berpikir lalu bertindak.

Chatbot Artificial Intelligence seperti Gemini, Copilot, DeepSeek, juga lainnya, yang awalnya hanya saja digunakan sebagai alat bantu kerja, sekarang menyebabkan perasaan khawatir penting dalam kalangan profesional. Apakah Teknologi AI akan menggantikan manusia dalam berbagai sektor?

Di berada dalam perdebatan sengit ini, Bill Gates, sang maestro teknologi, memberikan pandangannya. Meskipun mengakui kehebatan Kecerdasan Buatan di mengerjakan tugas-tugas tertentu, Gates menegaskan bahwa manusia akan tetap memperlihatkan memainkan peran penting dalam beberapa bidang pekerjaan.

Kontradiksi dengan Para Pemimpin Teknologi Lain

Pernyataan Gates ini bertolak belakang dengan prediksi beberapa pemimpin teknologi ternama. Tokoh-tokoh seperti Jensen Huang dari NVIDIA, Sam Nama tokoh dari OpenAI, juga Marc Benioff dari Salesforce, justru memprediksi bahwa para coder akan menjadi yang pertama kehilangan pekerjaan mereka itu di waktu dekat.

Profesi yang dimaksud Aman dari Gempuran AI

Namun, Gates memiliki keyakinan lain. Ia berpendapat bahwa Artificial Intelligence tidaklah akan mampu menggantikan profesi-profesi yang tersebut membutuhkan kreativitas juga pemahaman kompleks.

1. Ahli Biologi: Gates percaya bahwa Kecerdasan Buatan tidaklah akan mampu menggantikan ahli biologi. Meskipun Kecerdasan Buatan dapat menjadi alat yang tersebut berguna untuk diagnosis penyakit dan juga analisis DNA, namun Kecerdasan Buatan masih kekurangan kreativitas untuk penemuan ilmiah.

2. Ahli Energi: Lingkup energi, menurut Gates, masih terlalu kompleks untuk diotomatiskan sepenuhnya oleh AI. Individu akan masih dibutuhkan untuk menangani kerumitan juga pembaharuan pada sektor ini.

Masa Depan Kerja di tempat Era AI: Tantangan kemudian Peluang

Perkembangan pesat Artificial Intelligence generatif telah lama memicu kegelisahan tentang dampaknya terhadap lapangan pekerjaan. Namun, Gates meyakini bahwa manusia akan tetap saja miliki peran penting pada proses kerja.

“Dengan Kecerdasan Buatan yang semakin canggih, kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita bekerja. Teknologi AI akan mengubah berbagai hal, tetapi manusia akan tetap saja dibutuhkan, khususnya di area bidang-bidang yang tersebut membutuhkan kreativitas juga pemahaman kompleks,” ujar Gates.

Laporan dari World Economic Wadah memprediksi bahwa Kecerdasan Buatan dapat menciptakan 97 jt pekerjaan baru pada tahun 2025, tetapi juga dapat menghilangkan 85 jt pekerjaan.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan bahwa Teknologi AI dapat menggantikan sebagian pekerjaan di dalam sektor administrasi juga layanan, tetapi juga dapat menciptakan potensi baru di dalam sektor teknologidaninovasi.

Related Articles

Back to top button