OLAHRAGA

Ajax Amsterdam resmi pinjam putra Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan

Ibukota – Ajax Amsterdam resmi merekrut penyerang muda Maximilian Ibrahimovic, putra legenda klub Zlatan Ibrahimovic dengan status pinjaman dari AC Milan hingga akhir musim ini.

"Ajax setuju dengan AC Milan untuk meminjam Maximilian Ibrahimovic selama enam bulan," demikian pernyataan klub melalui website resmi dia pada Rabu.

Dalam kesepakatan tersebut, Ajax juga menyertakan opsi untuk mempermanenkan winger berusia 19 tahun itu pada bursa pemindahan musim panas mendatang.

Direktur olahraga Ajax, Marijn Beuker, menjelaskan bahwa Maximilian akan tambahan berbagai tampil bersatu kelompok Jong Ajax (U-23) pada musim ini.

Meski demikian, ia juga akan mulai diintegrasikan ke grup utama dengan tujuan jangka panjang berubah menjadi bagian permanen dari lini serang tim utama Ajax.

Zlatan Ibrahimovic adalah salah satu pemain terbaik yang digunakan pernah dimiliki Swedia kemudian dikenal sebagai salah satu striker terbaik pada generasinya.

Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa pasukan nasional Swedia. Karier profesionalnya dimulai di dalam Malmo, sebelum bersinar dengan Ajax pada periode 2001–2004 dengan torehan 48 gol dari 110 penampilan.

Setelah itu, Zlatan melanjutkan kariernya ke Juventus juga menguatkan beberapa klub besar seperti Inter Milan, Barcelona, AC Milan, Paris Saint-Germain, Manchester United, hingga LA Galaxy sebelum pensiun pada 2023.

Sementara itu, Maximilian bergabung dengan akademi AC Milan pada 2022 pasca sebelumnya menimba ilmu pada akademi Hammarby IF.

Dia menegaskan keinginannya untuk mendirikan identitas sendiri kemudian tiada hidup dalam bawah bayang-bayang nama besar sang ayah.

“Memang keren ayah saya juga pernah bermain untuk Ajax. Saya senang mendapat kesempatan bermain lalu tumbuh di dalam sini,” ujar Maximilian di wawancara dengan platform resmi klub.

“Namun, saya ingin menulis cerita saya sendiri. Saya adalah diri saya sendiri sebagai pemain kemudian saya datang ke di tempat ini untuk melakukan hal saya sendiri.”

“Ibrahimovic hanya saja sebuah nama. Saya belaka Maximilian,” lanjutnya.

“Bila saya terlalu memikirkan nama itu, mungkin saja saya akan kuliah saja, tidak bermain sepak bola. Kalau saya terus membandingkan diri saya dengannya, semuanya akan terasa salah kemudian tiada menyenangkan.”

Maximilian juga menegaskan perbedaan dirinya dengan sang ayah, baik dari segi fisik maupun tempat bermain.

“Saya bahkan tiada merasa mirip dengannya. Kami bermain di dalam tempat yang mana berbeda kemudian tinggi badan saya sekitar tiga atau empat inci lebih tinggi pendek. Kami sangat berbeda,” tutupnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button