Blog

Leipzig Kocar-kacir, Como Menang Telak 4-1 di Liga Champions

Pemain Como Nico Paz (kiri) berebut bola dengan pemain Leipzig Nicolas Seiwald dalam laga Liga Champions antara Como vs Leipzig di Como, Italia, Kamis, 10 September 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Como mengawali perjalanan mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan hasil luar biasa. Bermain di kandang sendiri, Como sukses menghajar RB Leipzig dengan skor telak 4-1 pada matchday pertama fase liga.

Kemenangan tersebut tidak lepas dari buruknya organisasi pertahanan Leipzig. Pelatih mereka, Martin Demichelis, secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil mengecewakan ketika bertahan dan gagal menjalankan rencana yang sudah dipersiapkan.

Como Tampil Efektif

Como langsung menunjukkan permainan agresif sejak awal pertandingan. Martin Baturina dan Tasos Douvikas berhasil membawa tuan rumah unggul 2-0 sebelum turun minum.

Leipzig sebenarnya mencoba meningkatkan tekanan setelah jeda. Permainan mereka menjadi lebih agresif dan Como dipaksa bermain lebih dalam di wilayah pertahanan sendiri.

Namun, ketika Leipzig mulai menemukan ritme permainan, Como justru berhasil menambah keunggulan melalui Assane Diao. Gol tersebut menjadi pukulan berat bagi Leipzig yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan.

Andrija Maksimovic sempat memperkecil skor, tetapi harapan Leipzig untuk bangkit kembali akhirnya pupus. Maximo Perrone mencetak gol pada menit ke-90 sekaligus memastikan Como menang 4-1.

Demichelis Akui Pertahanan Leipzig Bermasalah

Demichelis tidak menutupi kelemahan timnya. Menurutnya, masalah terbesar Leipzig terlihat ketika mereka kehilangan bola dan harus bertahan.

Sang pelatih mengatakan timnya sebenarnya sudah mempelajari pola permainan Como, termasuk pergerakan, rotasi, dan perubahan posisi para pemain. Namun, persiapan tersebut tidak mampu diterapkan secara maksimal di lapangan.

Leipzig juga dinilai kurang efektif memanfaatkan penguasaan bola pada babak pertama sehingga tidak banyak menciptakan ancaman berarti ke gawang Como.

Gol Diao Hancurkan Momentum Leipzig

Babak kedua sempat memberikan harapan bagi Leipzig. Mereka mampu menguasai bola dengan lebih baik dan mendorong Como semakin dekat ke area pertahanannya.

Namun, momentum tersebut hanya bertahan sebentar. Saat Leipzig sedang berada dalam periode terbaiknya, Como melancarkan serangan yang berujung pada gol Assane Diao.

Demichelis menilai gol ketiga tersebut memberikan dampak psikologis besar kepada para pemainnya. Leipzig masih berusaha mengendalikan permainan, tetapi kesulitan memperbaiki struktur pertahanan mereka.

Leipzig Masih Butuh Waktu

Demichelis juga melihat adanya perbedaan dalam proses pembangunan tim. Como dinilai sudah memiliki pola permainan yang lebih matang karena para pemainnya telah bekerja bersama dalam waktu yang cukup lama.

Sebaliknya, Leipzig masih berada dalam tahap membangun identitas permainan. Banyak pemain baru datang pada penghujung bursa transfer sehingga waktu untuk beradaptasi dan membangun chemistry masih sangat terbatas.

Kekalahan telak dari Como menjadi alarm bagi Leipzig. Mereka harus segera memperbaiki organisasi pertahanan dan meningkatkan koordinasi antarpemain jika ingin bangkit pada pertandingan Liga Champions berikutnya.

Sementara itu, Como berhasil mendapatkan modal berharga dari kemenangan 4-1 tersebut. Penampilan impresif ini menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing di panggung Eropa.

Sumber: UEFA.com

Related Articles

Back to top button