Blog

Mengapa Persija Bisa Main di SUGBK, tetapi Persib Tak Bisa Gunakan Jalak Harupat?

Pertandingan Persib vs Persija di semifinal Piala Presiden 2026 (c) Piala Presiden 2026

Persija Jakarta dipastikan mendapat kesempatan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027, Sabtu (12/9/2026).

Keputusan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, Persib sebelumnya tidak bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat ketika menjalani pertandingan melawan PSM Makassar pada 6 September 2026.

Menariknya, SUGBK dan Si Jalak Harupat sama-sama masuk dalam daftar stadion yang dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026. SUGBK akan menjadi salah satu venue pertandingan Grup A, sedangkan Si Jalak Harupat digunakan untuk pertandingan Grup B.

Lantas, mengapa kedua stadion tersebut mendapat perlakuan berbeda?

Kondisi Rumput Jadi Pembeda

PSSI menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan berkaitan dengan pemberian keistimewaan kepada Persija maupun Persib.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menerangkan bahwa kondisi teknis dan sistem pemeliharaan rumput di kedua stadion memang berbeda.

SUGBK memiliki sistem perawatan yang memungkinkan lapangan kembali siap digunakan dalam waktu relatif singkat. Karena itu, stadion tersebut masih dapat dipakai untuk pertandingan dalam rentang waktu tertentu.

Dengan kondisi tersebut, laga Persija kontra Persib tetap bisa digelar di SUGBK tanpa dianggap mengganggu persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026.

SUGBK Bisa Digunakan Secara Berkala

Salah satu alasan SUGBK masih diperbolehkan menjadi venue pertandingan adalah metode perawatan rumputnya.

PSSI menyebut lapangan SUGBK dapat kembali digunakan setelah mendapatkan perawatan dalam waktu tertentu. Artinya, stadion tidak harus ditutup total dalam jangka panjang ketika ada agenda pertandingan.

Situasi itu memungkinkan Persija tetap menjadikan SUGBK sebagai kandang untuk menjamu rivalnya, Persib Bandung.

Dengan kata lain, penggunaan SUGBK bukan berarti stadion tersebut bebas dari proses persiapan turnamen. Namun, metode pemeliharaan yang diterapkan memungkinkan adanya pertandingan sebelum agenda internasional berlangsung.

Si Jalak Harupat Sedang Menjalani Pekerjaan Besar

Kondisinya berbeda dengan Si Jalak Harupat. Stadion yang berada di Kabupaten Bandung tersebut harus menjalani proses perawatan besar sebagai bagian dari persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.

Rumput di SJH bahkan sudah dibongkar sejak awal September. Proses tersebut membuat stadion harus berada dalam kondisi steril dan tidak memungkinkan digunakan untuk pertandingan Persib.

Yunus Nusi menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh vendor. Karena itu, agenda pemeliharaan tidak bisa begitu saja diubah hanya untuk mengakomodasi pertandingan Persib.

Bukan Soal Persija atau Persib

PSSI menegaskan bahwa perbedaan keputusan ini murni disebabkan kondisi teknis masing-masing stadion.

SUGBK masih memungkinkan dipakai karena sistem perawatan rumputnya mendukung penggunaan secara berkala. Sebaliknya, Si Jalak Harupat membutuhkan waktu dan tahapan khusus sehingga harus dikosongkan terlebih dahulu.

Jadi, fakta bahwa Persija bisa bermain di SUGBK sementara Persib tidak dapat menggunakan Si Jalak Harupat bukan berarti ada perlakuan khusus terhadap salah satu klub.

Perbedaan tersebut lebih berkaitan dengan kesiapan lapangan dan program pemeliharaan yang sudah dijadwalkan untuk menyambut FIFA ASEAN Cup 2026.

Related Articles

Back to top button