Umat Hindu ke Pura Pedaleman Giri Kendeng, Harmoni Ramadhan 1447H dan juga Nyepi 1948

BANYUMAS – Dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang tersebut bertepatan dengan suasana Ramadhan 1447H, umat Hindu mengadakan bhakti sosial Saka Bhoga Sevanam di dalam halaman Pura Pedaleman Giri Kendeng, dibangun sekitar tahun 1980 – 1990-an, Desa Klinting RT 003/RW 002, Kecamatan Somagede, Wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Ahad/Minggu (01/03/2026).
Kegiatan ini berubah menjadi wujud kepedulian sosial lintas iman, menghadirkan instruksi damai di dalam sedang keberagaman penduduk Banyumas.

Ratusan paket sembako dibagikan untuk masyarakat sekitar, khususnya para lansia, sementara takjil gratis diberikan untuk umat Islam dan juga para pengendara yang tersebut melintas untuk berbuka puasa Ramadhan.
Aksi sosial yang disebutkan dilaksanakan tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Warga menyambut kegiatan ini dengan penuh sukacita serta menganggap kegiatan yang disebutkan mempererat persaudaraan ke berada dalam hidup bermasyarakat.
Ketua Parisada Hindu Dharma Negara Indonesia (PHDI) Daerah Banyumas, Slamet Raharjo, pada sambutannya secara tegas menyatakan bahwa berbagi merupakan kewajiban moral sebagai warga negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa juga nilai perikemanusiaan.
Ia menegaskan, “Ketika kita berbagi terhadap sesama ciptaan Tuhan, sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri kita sendiri.”
Pernyataan itu, menurutnya, bukanlah sekadar ajakan sosial, melainkan ajaran luhur yang dimaksud berakar kuat di nilai-nilai spiritual Hindu.
Slamet Raharjo juga mempertegas landasan ajaran Tat Twam Asi yang tersebut berarti “Aku adalah engkau.” Ia menjelaskan secara eksplisit bahwa makna ajaran yang dimaksud menuntun umat untuk menyadari bahwa setiap perbuatan baik untuk siapa pun pada hakikatnya adalah kebaikan bagi diri sendiri.
“Maka melalui Saka Bhoga Sevanam ini, berbagi takjil untuk saudara-saudara Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan kemudian memberikan sembako terhadap para lansia adalah langkah nyata toleransi antarumat beragama pada bingkai Bhinneka Tunggal Ika, ” tegasnya pada sambutan.
Kegiatan yang digunakan dilaksanakan serentak secara nasional ini melibatkan beragam elemen keumatan Hindu ke Banyumas, antara lain PHDI, WHDI, PERADAH, pasraman, penyuluh agama Hindu, juga Diskusi Persaudaraan Lintas Iman (FORSA).
Suasana semakin semarak dengan penampilan kentongan kelompok Gita Pandu Laras di dalam bawah naungan FORSA, yang mana bermetamorfosis menjadi simbol harmonisasi lalu persaudaraan lintas iman di dalam Kota Banyumas.
Melalui kesempatan Ramadhan dan juga Nyepi, umat Hindu berharap nilai kasih, kedamaian, juga keseimbangan hidup semakin meningkat dalam berada dalam masyarakat.
Warga yang digunakan hadir menyatakan kegiatan seperti ini layak dilaksanakan setiap tahun oleh sebab itu dinilai mengakibatkan khasiat nyata juga meningkatkan kekuatan harmoni sosial tanpa sekat perbedaan agama maupun golongan.
(Djarmanto-YF2DOI)



