Persib tutup tribun selatan GBLA imbas kericuhan ketika lawan Ratchaburi

Pusat Kota Bandung – Manajemen Persib Bandung melakukan penutupan sementara tribun selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Perkotaan Bandung, imbas kericuhan yang tersebut melibatkan oknum suporter pada waktu laga menghadapi Ratchaburi FC pada Rabu (18/2) lalu.
Deputy ketua eksekutif PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengutarakan penutupan yang disebutkan mulai dikerjakan pada pertandingan kontra Persita Tangerang, Hari Minggu (22/2), hingga batas waktu yang digunakan belum ditentukan.
“Agar kejadian sama bukan terulang, kami memutuskan untuk menghentikan sementara tribun selatan dan juga VIP barat selatan (VBS) sektor D serta E,” kata Adhitia pada penjelasan yang tersebut diterima dalam Bandung, Minggu.
Adhitia menjelaskan penutupan tribun diwujudkan sebagai langkah evaluasi menyusul beberapa jumlah insiden yang tersebut terjadi, seperti pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan benda, penyalaan petasan, hingga aksi masuk ke lapangan oleh sebagian suporter.
Ia memaparkan laga yang disebutkan bermetamorfosis menjadi momen penuh emosi bagi berbagai pihak sebab atmosfer kompetisi internasional menghadirkan harapan besar dari seluruh elemen pendukung.
Menurutnya, setiap tindakan yang mana berisiko membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun penonton harus berubah menjadi perhatian bersama.
“Sepak bola seharusnya tetap berubah menjadi ruang dukungan yang tersebut positif, aman, lalu membanggakan bagi semua pihak,” kata Adhitia.
Adhitia menegaskan semangat bobotoh selama ini berubah jadi kekuatan utama Persib. Karena itu, ia menghadirkan seluruh suporter menyimpan keberhasilan klub dengan menunjukkan dukungan yang dimaksud dewasa kemudian bertanggung jawab agar sepak bola masih berubah menjadi ruang kebanggaan bagi semua kalangan.
“Di ketika yang sama, kami juga melakukan evaluasi dan juga investigasi internal secara menyeluruh terhadap aspek penyelenggaraan pertandingan,” kata dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



