John Herdman ingin tinggalkan warisan pada instruktur lokal pada Indonesi

DKI Jakarta – Kepelatihan kepala baru timnas Indonesia John Herdman mengutarakan ingin meninggalkan sebuah warisan saat nanti tiba waktunya ia meninggalkan Indonesi serta melanjutkan kariernya pada kelompok lain.
Warisan ini, kata Herdman, akan ia berikan untuk ahli lokal yang tersebut nanti akan berubah menjadi asistennya. Hal ini sudah ada ia lakukan di mana beliau dulu menukangi timnas Kanada, yang tersebut ia bawa bermain lagi ke Piala Global edisi 2022 setelahnya 36 tahun absen.
"Untuk staf lokal, analis, sport science, dan juga lainnya, kami akan berkomitmen. Saat saya ke Kanada dengan Dr. Meylan (Cesar Meylan), tujuan kami adalah meninggalkan warisan, meyakinkan sebisa kemungkinan besar kami melibatkan orang-orang lokal agar merekan mendapatkan pengalaman. Itulah warisan yang penting," kata Herdman di Ibukota Indonesia Pusat, Selasa (13/1), pasca jumpa pers pertamanya.
"Ketika suatu hari Anda meninggalkan negara ini, mudah-mudahan tidaklah terlalu cepat, mungkin saja saya bisa saja tinggal di dalam di lokasi ini selamanya, siapa tahu, Anda harus meninggalkan warisan," katanya.
Herdman baru miliki satu asisten di kelompok kepelatihannya, yaitu Cesar Meylan, yang tersebut bertugas pada bidang kebugaran, kekuatan, serta daya tahan fisik Jay Idzes di dalam pada tim. Pertemuan Herdman lalu Meylan dalam Indonesia akan melanjutkan kerja sejenis keduanya selama lebih banyak dari satu dekade, mulai dari timnas putri Selandia Baru, timnas putri Kanada, timnas putra Kanada, hingga Toronto FC.
Ketika mengungkapkan kapan anggota pasukan kepelatihannya akan lengkap, Herdman mengaku masih mencarinya. Hal ini, kata dia, akan memakan waktu hingga tiga pekan. Artinya, mungkin saja pasukan kepelatihan Herdman akan terpenuhi pada Februari, sekitar satu bulan sebelum ia melakoni laga pertamanya bersatu Nusantara di dalam FIFA Series.
"Ya, pemilihan asisten pembimbing akan berubah jadi rute pada dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan menimbulkan beberapa penunjukan. Untuk pada waktu ini saya belum sanggup bicara banyak, tapi prosesnya telah berjalan," kata instruktur 50 tahun tersebut.
Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji di kesempatan berbeda mengungkapkan bahwa Herdman akan memilih sendiri instruktur lokal yang mendampinginya, pasca nanti nama-nama terbaik disetorkan oleh Direktur Teknik Alexander Zwiers.
"Itu nanti, jadi BTN bersama-sama dengan Dirtek ya kalau ada, kalau Dirtek ada saran, itu sama-sama kita ungkapkan ke John. Setelah itu baru John nanti interview. Nah dari beberapa nama itu, terserah John nanti siapa yang dipilih yang layak untuk mendampingi dia, untuk asisten lokal," ucap Sumardji.
Soal berapa pembimbing lokal yang dibutuhkan oleh Herdman, Sumardji belum mampu berbicara banyak. "Ini pasca ini (jumpa pers) saya akan bicara ke dia, ia minta berapa asisten lokal, nanti akan saya sampaikan. Intinya pokoknya kami ingin menyajikan semua pelatih-pelatih kita itu ke John supaya nanti John sendiri yang interview, itu yang tersebut tambahan baik," kata dia.
Dua nama yang dimaksud pernah berubah jadi asisten dalam regu senior Indonesia, Nova Arianto juga Sofie Imam Faizal, terlihat hadir pada jumpa pers itu. Namun, ketika ditanya oleh ANTARA apakah keduanya akan masuk dalam regu kepelatihan Herdman, Nova dan juga Sofie mengaku belum mengetahuinya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



