OLAHRAGA

Manajer DKI Jakarta Livin’ Mandiri terapkan gaya bermain voli modern

DKI Jakarta – Pelatih kepala kepala Ibukota Indonesia Livin’ Mandiri (JLM) Danai Sriwatcharamethakul mengungkapkan timnya akan mengedepankan gaya bermain voli modern dengan fokus pada peningkatan fisik pemain di menghadapi Proliga musim 2026.

Danai memaparkan penerapan konsep voli modern dinilai lebih banyak efektif diterapkan pada pemain muda yang digunakan mendominasi skuad JLM, dikarenakan lebih lanjut enteng membentuk pola pikir lalu chemistry permainan.

"Strategi regu kami berfokus pada fisik pemain juga style bermain modern," kata Danai di konferensi pers pengumuman skuad DKI Jakarta Livin' Mandiri dalam Jakarta, Senin.

"Untuk divisi junior bermain dengan cara modern jadi lebih lanjut ringan untuk dibentuk mindset-nya bermain secara modern kita bakalan fokus per gim untuk Final Four dan juga juga Grand Final."

Sementara itu, asisten pembimbing JLM Oktavian mengkaji perkembangan tim di satu setengah bulan terakhir menunjukkan peningkatan, baik dari sisi fisik maupun keterampilan teknik.

"Kalau dilihat progress selama satu bulan setengah, peningkatan sudah ada terlihat. Kita akan bermain dengan metode voli modern juga memiliki target fokus ke Final Four dulu sebab fisik anak-anak belum 100 persen, endingnya nanti kita masuk Final Four," ujar Oktavian.

Meski demikian, Oktavian optimistis JLM mempunyai potensi untuk melaju ke Final Four. Menurut dia, kekuatan tim-tim pesaing relatif seimbang lantaran berbagai diperkuat pemain junior.

"Kami optimistis lantaran lawan juga sejumlah pemain muda. Kami punya pemain kategori junior yang siap tampil, seperti Syelomitha kemudian Kadek, dipadukan dengan pemain senior seperti Yolla," kata Oktavian.

Kapten Ibukota Livin' Mandiri Yolla Yuliana mengkaji komunikasi bermetamorfosis menjadi factor penting untuk membangun chemistry antara pemain senior dan juga divisi junior pada di tim.

"Yang pastinya salah satunya dengan komunikasi juga dikarenakan beda usia saya sendiri dengan divisi junior lain agak lumayan tebal, gimana sih cara bergaul dengan seusia mereka, jadi dijalankan dengan komunikasi entah itu di dalam sistem, entah itu di dalam luar atau ke pada lapangan," kata Yolla.

Yolla menambahkan bahwa timnya fokus pada setiap pertandingan yang dijalani.

"Semua regu pasti ingin menang pastinya punya target yang digunakan sama, tambahan berfokus pada game per game dari pertandingan pertama sampai terakhir," ujar pevoli berusia 31 tahun itu.

Manajer grup JLM Wisnu Trihanggodo memverifikasi dukungan penuh manajemen untuk tim agar dapat tampil maksimal sepanjang kompetisi.

"Kita akan mensuport sebaik mungkin saja untuk grup JLM. Ekspektasinya kita berharap mampu tampil semangat, bisa jadi memberi sumbangan yang tersebut baik," ujar Wisnu.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button